Minggu, 04 Juli 2010




pada Pekan Produk Kreatif Indonesia 2010 kemarin, kami berkesempatan kembali menampilkan karya-karya mahasiswa di Jakarta Convention Center 23 - 27 Juni 2010. bersama sama dengan beberapa perguruan tinggi lain kami mencoba melaporkan kepada masyarakat luas, bahwa Indonesia memiliki bibit bibit kreatif yang baik. jika memang indonesia sudah dicanangkan untuk memasuki era ekonomi kreatif, pertanyaan yang muncul dilihat dari pameran tersebut adalah ' .... bagaimana persiapan yang telah kita lakukan untuk menjadi insan kreatif?' sementara kita masih dilingkupi oleh nuansa perdagangan saja ?

Sabtu, 17 April 2010

karya dita dari bahan bonggol bawang putih

lighting karya Faidhan
lighting dari bahan bonggol bawang putih


ini karya dari mahasiswa desain produk itenas septi
terbuat dari bonggol jagung

akhir tahun 2009 kemarin, mahasiswa kami berhasil menciptakan kreasi-kreasi baru dari bahan non konvensional.
untuk tahun ini diberikan tema 'berangkat dari bonggol bonggol' buah buahan yang ada di Indonesia
nih beberapa hasilnya...

Jumat, 16 April 2010




Trade Expo Indonesia 2009 telah berlangsung..
ada perubahan signifikan pada pameran yang berlangsung tahun 2009 ini

setidaknya kami baru melihat adanya kesadaran yang tinggi di tingkat pemerintah, bahwa pameran itu berbeda dengan bazaar... sip... gitu dong

dalam TEI kali ini, pengunjung mendapatkan pengalaman baru untuk melihat pameran yang bertujuan untuk pameran... bukan transaksi jual beli seperti pameran yang sudah sudah

anjungan produk unggulan sebagai implementasi dari pencanangan masuknya indonesia pada peradaban ekonomi kreatif disediakan pada lahan yang jauh lebih luas dari TEI sebelumnya.

sayang, masih anjungan yang demikian luas tidak terisi oleh wakil wakil industri kreatif yang ada di Indonesia ini, saya sendiri tidak tahu kenapa hal ini terjadi.

dari institutsi pendidikan, hanya kami dari Desain Produk ITENAS yang mengisi, padahal teman teman dari Paramadina, UPH, TRISAKTI, UNTAR, IKJ, ITB, ITS dan lain lain seharusnya dapat mengisi anjungan ini

bagaimanapun TEI sudah berlangsung... salut

Selasa, 28 Oktober 2008



alhamdulillah, karya mahasiswa kami dapat hadir di Trade Expo Indonesia 2008 kemarin. Di Anjungan Produk Unggulan kami hadir ditengah tengah rekan rekan industri kreatif yang lain.

nggak disangka... Gitar Double neck mahasiswaku Ferry Simanjuntak berhasil merebut perhatian pengunjung .... well... belum ada transaksi dengan kehadiran ini ... mohon maaf buat para pengunjung stand kami karena kami datang sementara ini hanya untuk eksebisi saja... melaporkan saja perkembangan kami hingga saat ini

maju terus Indonesiaku ... maju terus Industri Kecil Indonesia...

Selasa, 26 Agustus 2008

INDONESIA pasti BISA


hampir 5 tahun yang lalu, permasalahan bahan baku menjadi masalah yang sangat serius menimpa dunia Industri Kecil Menengah Indonesia. Perjalanan saya ke Jepara sungguh menagetkan, apa yang ada dalam bayangan saya, jepara pasti dibanjiri oleh karya-karya yang menggeletak di pinggir jalan. Ternyata, memang tinggal bayangan, saya kesulitan untuk mencari pengrajin, show room banyak menyebar, akan tetapi produk-produk yang ditawarkan tidak sesuai dengan bayangan yang saya miliki ketika saya sampai harus datang ke sana.

saya tidak ingin menyalahkan siapa-siapa, problem ini ternyata menyentuh juga cirebon, majalaya, dan beberapa daerah kerajinan lain.

inilah salah satu hal yang mendorong saya untuk mengangkat permasalahan ini melalui dunia desain.
paralel dengan permasalahan sampah, tenaga kerja, dan kejenuhan pasar terhadap produk kerajinan Indonesia.

berbekal dari penelitian yang saya lakukan di dunia pendidikan ( thanks for Ibu Rita Widagdo) saya mencoba untuk menggunakan pendekatan 'Design By Doing' sebagai salah satu pendekatan dalam desain untuk menghasilkan satu 'kebaruan', 'keunikan' yang pada dasarnya diyakini ada pada setiap orang.

pendekatan inilah yang diterapkan di Jurusan Desain Produk ITENAS, pada studio Desain Produk I.

dimulai dari Bambu ( bersama dengan Pak Yasraf Amir Piliang dan Henne ), kami memulai pendidikan desain produk dengan pendekatan yang baru ( walaupun sebenarnya tidak baru juga koq )

alhamdulillah, dari bambu, kelapa, kulit buah-buahan, biji-bijian, akhirnya diperoleh bukti nyata bahwa melalui pendekatan ini mahasiswa mampu menghasilkan 'kebaruan' pada produknya.

saya berpikir, mahasiswa yang tidak memiliki 'skill' seandal pengrajin saja dapat menghasilkan karya yang baik. ...... apalagi pengrajin Indonesia yang memiliki kemampuan luar biasa.

mungkin problemnya sederhana ....... apakah mereka percaya ?

salam perjuangan untuk indonesiaku

Rabu, 20 Agustus 2008

ITENAS Natural Lighting Design


Design By Doing adalah salah satu pendekatan pada desain yang sebenarnya telah diawali di Bauhaus pada tahun 1919 dahulu.

pendekatan ini digunakan pada problem desain, khususnya untuk mengatasi permasalahan IKM di indonesia.

melalui perjalanan yang cukup pendek ( th 2003 hingga sekarang ) kami mencoba melakukan pendekatan tersebut untuk diaplikasikan pada produk Lighting

Indonesia Bisa

Bee Nest




nature’s teach us that strenght is building through togetherness. A mothers strenght can deliver “anyone” to survive.

Circle is a symbol of mother, it is soft but also powerfull. Power that made from million of love. Millions of circle build love that can withstand even an arrogance of king.

Bee Nest

Bee Nest

Butterfly

Butterfly